Siapakah kamu, jika tidak bisa mengubah duniamu menjadi lebih baik???

Before disappear, I share this blog to All Environment Lovers…

Transplantasi Terumbu Karang : Salah Satu Cara Program Rehabilitasi Terumbu Karang

with 3 comments

Preface :

Coral reef transplantation is a method to increase the number of coral reefs in a fast way, and it is one of the activities to rehabilitate coral reefs that have been destroyed too. The trick is to take the fragment of coral reefs, then paste on the artificial substrate that has been provided. Generally the substrate is used by mixing cement and sand. Then the fragment of coral reef is tied to the substrate. 

Coral reef transplantation is not only in the process of transplanting and binding coral fragments on the substrate, but also how to take care of them. This caring action is aimed at clearing artificial substrates from the interference of other creatures that have faster growth, such as macro algae or another biota. For coral growth, the result of the transplantation depends on the type or form of coral growth (coral life form). The form of branched (branching coral) is relatively faster than the massive form (massive coral). According to the results of research some experts, if we care during transplantation activities, they can grow 5 – 9 cm per year for branching coral , but only 1 – 2 cm per year for massive coral.

Apakah Terumbu Karang itu?

Terumbu karang merupakan bangunan kapur (CaCO3) atau kalsium karbonat yang merupakan buah karya antara hewan karang dan tumbuhan bersel satu yang dinamakan dengan zooxanthelae.  Jadi, terumbu karang merupakan rumah bagi mereka berdua.

Jadi, Terumbu Karang itu hewan atau tumbuhan?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, terumbu adalah bangunan yang terbuat dari kerangka kapur.  Sedangkan karang itu sendiri merupakan hewan.  Jadi, terumbu karang merupakan satu kesatuan rumah yang didominasi oleh hewan karang.

Lalu, kenapa terumbu karang itu warnanya beragam?

Telah diketahui jika hewan tidak memiliki zat penghasil warna. Hanya tumbuhanlah yang memiliki kemampuan untuk itu.  Zat warna ini dihasilkan oleh bagian sel yang bernama kloroplas.  Sehingga dengan banyaknya ragam warna yang terlihat pada terumbu karang dapat dibuktikan jika terumbu karang tidak hanya hewan saja yang mendiaminya, melainkan kerabat dekat nya tumbuhan (algae) pun turut membantu segala kinerja dari hewan karang.  Ujud dari bantuan algae yang dalam hal ini adalah algae sel satu adalah dengan mendepositkan makanan yang dihasilkan dari proses fotosintesa sebagai pajak atas tumpangannya pada terumbu karang.  Makanan dari si algae inilah yang kemudian digunakan hewan karang untuk asupan energinya untuk membangun rumah (kerangka kapur).  Konon, hampir 50% jumlah energi tersebut dari deposit algae sel satu tersebut.

Acro-doneia998

Gambar 1.  Terumbu karang dari jenis Acropora sp ini, merupakan salah satu terumbu yang indah untuk dipandang

Apakah yang memiliki terumbu dan algae sel satu hanya terumbu karang saja?

O tidak. Bangunan terumbu yang terdiri dari zat kapur dapat ditemukan pada hewan laut lain yang memiliki bangunan yang terdiri kapur juga.  Hewan ini adalah kerang (Kima Tridacna sp) ataupu keong.  Sedangkan algae sel satu dapat ditemukan pada kerabat terumbu karang lain, seperti karang lunak (Sarcophyton sp), Kerang Tridacna gigas, T. squamosa, atau Tridacna lainnya.  Ciri khas adanya algae sel satu adalah bahwa permukaan tubuh hewan memiliki ragam warna jika dibandingkan antara satu dengan yang lain.
12e357
Gambar 2.  Kima atau Tridacna sp, merupakan contoh bangunan kapur non karang dan juga di kima dapat ditemukan algae sel satu zooxanthelae pada permukaan ‘daging’nya.
Bagaimana dengan Transplantasi karang itu sendiri?

Transplantasi terumbu karang merupakan salah satu metode untuk memperbanyak jumlah terumbu karang dengan cara cepat.  Caranya adalah dengan mengambil fragmen terumbu karang, lalu menempelkan pada substrat yang telah disediakan.  Umumnya substrat yang dipakai merupakan blok semen+pasir.  Kemudian fragmen terumbu atau bibit karang itu diikat pada substrat tersebut.  Kegiatan transplantasi karang merupakan salah satu kegiatan untuk merehabilitasi karang pada wilayah terumbu karang yang telah mengalami kehancuran.

SV4001997c24 SV400179957d
Gambar 3.  Bibit karang yang disusun pada rak dan dilekatkan pada substrat buatan.

Apakah setelah itu bisa tumbuh?


O, tidak semudah itu. Kegiatan transplantasi itu sendiri tidak hanya pada proses pemindahan bibit dan pengikatan pada substrat saja, melainkan juga menyangkut tentang perawatannya.  Perawatan ini ditujukan pada pembersihan substrat buatan karang dari gangguan makhluk lain yang memiliki pertumbuhan lebih cepat, seperti makro algae atau biota pengganggu lain.  Untuk pertumbuhan karang hasil transplantasi itu sendiri tergantung pada jenis ataupun bentuk pertumbuhan karang.  Bentuk pertumbuhan bercabang relatif lebih cepat dibandingkan dengan bentuk pertumbuhan massive (bulat padat).  Dari hasil penelitian yang ada, ternyata bentuk bercabang jika dirawat selama kegiatan transplantasi dapat tumbuh 5 – 9 cm per tahun, sedangkan bentuk pertumbuhan massive hanya 1 – 2 cm per tahunnya.

1234
Gambar 4.  Rangkaian perawatan hasil transplantasi karang merupakan kegiatan wajib untuk mendapatkan hasil optimal bagi kegiatan rehabilitasi terumbu karang.

OK !!!


Yah, seiring dengan berlalunya waktu, kegiatan transplantasi kini telah dikembangkan untuk pembudidayaan karang-karang hias yang nilai ekonomis tinggi bagi para pembudidaya di wilayah pesisir.  Sekarang karang hias hasil budidaya  telah banyak di ekspor baik lokal maupun internasional.  Hal ini membuat para pembudidaya mengembangkan program F2 atau F3.  Filial (F) merupakan keturunan dari hasil budidaya.  Pada F1 merupakan hasil transplantasi dari Parental (P) alami yang kemudian dijadikan sebagai P1 untuk induk hasil transplantasi. F1 atau P1 inilah yang kemudian akan diperbanyak melalui transplantasi secara berkesinambungan.

foto kredit : fda widodo doc. dan Bapak Surya Saputra

Iklan

Written by fdawidodo

Januari 15, 2013 pada 11:24 am

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] Selain keberadaan daerah perlindungan laut di Desa Tejang, Dusun Regahan Lada memiliki daerah rehabilitasi terumbu karang dengan teknik transplantasi karang.  Transplantasi karang merupakan model perbanyakan terumbu karang buatan dengan melakukan inplan pada substrat buatan (campuran semen-pasir).  Inplan ini merupakan fragmen atau potongan kecil dari terumbu karang yang didapat dari wilayah perairan Pulau Sebesi ataupun dari pulau-pulau tetangga.  Kemudian fragmen karang akan dilekatkan pada media atau substrat buatan yang merupakan campuran dari semen-pasir.  Substrat ini dapat berbentuk berupa blok atau balok persegi dan susunan balok yang disusun sedemikian rupa, sehingga membentuk bangunan seperti rak. (Info terkait : https://fdwiagungwidodo.wordpress.com/2013/01/15/transplantasi-terumbu-karang-salah-satu-cara-program…) […]

  2. […] Sebenarnya ada hal yang merupakan permasalahan utama yang mempengaruhi pertumbuhan karang dan bahkan kematiannya (secara langsung ataupun tak langsung) hingga sekarang ini.   Hal ini datang dan berasal dari makhluk lain, yang dinamakan manusia.  Pengeboman, penambangan terumbu karang, reklamasi pantai, pencemaran, sampah, penggunaan potassium dan lainnya yang telah dilakukan manusia.  Kegiatan manusia ini telah menggangu interaksi alami yang ada di antara karang dan biota non-karang itu sendiri.  Tapi lain itu juga, tidak dipungkiri ternyata masih ada beberapa manusia yang telah berusaha keras untuk memperbaiki kerusakkan yang ditimbulkan manusia lain walaupun itu hanya sedikit demi sedikit, yaitu yang dikenal dengan rehabilitasi suatu daerah terumbu karang.  Salah satu contoh rehabilitasi ini adalah dengan kegiatan translokasi ataupun transplantasi terumbu karang yang sedang “hangat-hangat”nya sekarang ini (berita terkait di https://fdwiagungwidodo.wordpress.com/2013/01/15/transplantasi-terumbu-karang-salah-satu-cara-program…). […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Bucket List Publications

Indulge- Travel, Adventure, & New Experiences

Gio. ✎

Avete presente quegli scomodi abiti vittoriani? Quelli con la gonna che strascica un po' per terra, gonfiata sul di dietro dalla tournure? Quelli con i corsetti strettissimi e i colletti alti che solleticano il collo? Ecco. Io non vorrei indossare altro.

~ Ma Petite Arie

... Goûtez La Vie...

Thoughts From The Road

Jotting it Down As I Go

GOBIE83

.Ma passion pour la mer

Etty Setyani

hanya catatan harian

JERMAN-NDES!!!!!

Sebuah blog tentang melanjutkan studi / sekolah / kuliah ke Jerman, dan yang berkaitan.

Konsulselam

Menyelami lautan tak sesulit menyelami hatimu

Raising The Ghifar

Ya Allah, grant me a blessed death. Let me utter the shahada before I die. 

Muhammad Lathief Taslim

open-mind, trip, creative and photography

Trading Education

ONLINE TRADING HIGH RISK HIGH RETURN

sugienusantara

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

dananwahyu.com

Menyatukan Jarak dan Waktu

Keliling Lampung

Jalan-jalan Seru di Lampung

%d blogger menyukai ini: